Sabtu, 11 Februari 2012

                                         HITUNG TROMBOSIT
Jumlah 150.000 – 400.000/mm3 darah
Umur ± 10 hari
Diameter  2 – 3 mikron
Satu megakariosit  3.000 – 4.000 trombosit. 
Tidak berinti Struktur sel trombosit berbentuk kerangka cakram.
Meningkat disebut trombositosis

Menurun disebut trombositopenia

Sifat trombosit mudah mengadakan adhesi dan agregasi

Menghindari terjadinya agregasi atau penggumpalan sebaiknya digunakan EDTA sbg antikoagulant
Metode
   1.Cara Langsung ( Direk )

   2.Cara Tak Langsung ( Indirek ) 
               Cara Direk
1.Rees Ecker ( Mikroskop biasa )
2.Brecker Crankite ( Mikroskop fase kontras )
3.Elektronik ( hematology analyzer : Sysmex, Cell Dyn ) 
Cara Indirek
Dihitung pada perbesaran 100X lensa obyektif dengan membandingkan jumlah trombosit dan jumlah eritrosit pada sediaan apus darah tepi dimana jumlah eritrosit hrs dihitung terlebih dahulu.
 untuk mendownload  HITUNG TROMBOSIT dalam bentuk power point silahkan
                              KELAINAN SEL


KELAINAN ERITROSIT
misalnya: Ukuran, 
       Warna 
Bentuk
Benda inklusi
Eritrosit berinti
Parasit darah
KELAINAN LEUKOSIT
misalnya:
Kelainan jumlah sel
Kelainan proporsi jenis sel
Kelaianan dalam sitoplasma sel
Kelaianan dalam inti sel
KELAINAN TROMBOSIT
misalnya:
Kelaianan jumlah sel

Kelainan bentuk
untuk mendownload yang lengkap silakan

untuk mendownload
PRATIKUM KIMIA KLINIK  1 yang lengkap dapat di download
di sini:http://www.ziddu.com/download/18583016/KIMIAKLINIKKUMPUL.docx.html

Minggu, 22 Januari 2012

AMPHETAMINE,TETRACYCLINE,. MERCURY



A. AMPHETAMINE
1.     

Nama lain        : amfetamin, shabu, SS, Ubas, Ice
2.    Derivat                        : Metamphetamine (Metamfetamin/ MA)
  MDMA (methylene-dioxy-meth-amphetamine) disebut juga ekstasi     (ecstasy), Adam (pil Adam).
3.    Organoleptis    : berbentuk bubuk putih, kuning atau coklat dan kristal kecil berwarna putih.
4.    Mekanisme Kerja Obat dalam tubuh
Amfetamin bekerja merangsang susunan saraf pusat melepaskan katekolamin (epineprin, norepineprin, dan dopamin) dalam sinaps pusat dan menghambat dengan meningkatkan rilis neurotransmiter entecholamin, termasuk dopamin. Sehingga neurotransmiter tetap berada dalam sinaps dengan konsentrasi lebih tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama dari biasanya. Semua sistem saraf akan berpengaruh terhadap perangsangan yang diberikan.
Efek klinis amfetamin akan muncul dalam waktu 2-4 jam setelah penggunaan. Senyawa ini memiliki waktu paruh 4-24 jam dan dieksresikan melalui urin sebanyak 30% dalam bentuk metabolit. Metabolit amfetamin terdiri dari p-hidroksiamfetamin, p-hidroksinorepedrin, dan penilaseton.
karena waktu paruhnya yang pendek menyebabkan efek dari obat ini relatif cepat dan dapat segera terekskresikan, hal ini menjadi salah satu kesulitan tersendiri untuk pengujian terhadap pengguna, bila pengujian dilakukan lebih dari 24 jam jumlah metabolit sekunder yang di terdapat pada urin menjadi sangat sedikit dan tidak dapat lagi dideteksi dengan KIT.

Pemeriksaan sedimen dalam urin


Pemeriksaan sedimen dalam urin
·         Tujuan    : Untuk mengetahui ada tiidaknya unsur sedimen dalam sampel urin
·         Prinsip    : Endapan urin yang diperooleh setelah dipusingkan diperiksa di bawah mikroskop dan diamati serta dihitung unsur sel dan torak.
·         Dasar Teori      :
Pemeriksaan sedimen ini termasuk pemeriksaan urin rutin. Urin yang segar atau urin yang dikumpulkan dengan pengawet. Yang paling baik adalah urin pekat yang punya berat jenis 1023 atau lebih tinggi.Urin pekat mudah didapatkan jika memakai urin pagi.
Unsur-unsur sedimen dibagi 2, yaitu :
a.   Golongan organik yaitu berasal dari suatu organ atau jaringan. Contohnya : Sel epitel, oval vat bodies, leukosit, eritrosit.
b.   Golongan anorganik yaitu bukan berasal dari suatu jaringan. Contohnya : bahan amorf, kristal-kristal dalam urin.

Alat :
Bahan :
ü  Tabung reaksi
ü  Urin segar
ü  Deck glass

ü  Rak tabung reaksi

ü  Pipet pastur

ü  Mikroskop

ü  Sentrifuge

ü  Obyek glass





·         Cara Kerja                    :
1.    Alat dan bahan disiapkan.
2.    Tabung reksi diisi urin kira-kira ¾ tabung.
3.    Urin disentrifuge dengan tabung penyeimbang selama 15 menit 1500 rpm.
4.    Tabung reaksi diambil dan urin dibuang.
5.    Sisa endapan dipipet dan diteteskan pada obyek glass.
6.    Ditutup dengan deck glass dan diamati menggunakan mikroskop.
7.    Dicari sedimen dan digambar.

Pemeriksaan urin metode strip


Pemeriksaan urin metode strip
·         Tujuan    : Untuk memeriksa urin berdasarkan parameter tertentu dengan cepat
·         Prinsip    : Strip dimasukkan ke dalam urin,lalu perubahan warna diinterpretasikan dengan membandingkan dengan skala rujukan.
·         Dasar Teori      :
Strip dimasukkan ke dalam urin, sehingga terjadi perubahan warna.Perubahan warna diinterpretasikan dengan dibandingkan pada skala rujukan yang biasanya ditempel pada botol reagen strip.pembacaan dipstik dengan instrumen otomatis lebih dianjurkan untuk memperkecil kesalahan dalam pembacaan secara visual. Pemakaian reagen srip haruslah dilakukan secara hati-hati,oleh karena itu harus diperhatikan cara kerja dan batas waktu pembacaan seperti yang tertera di leaflet. Setiap habis mengambil satu batang reagen strip, botol atau wadah harus segera ditutup kembali dengan rapat agar terlindung dari kelembaban, sinar dan uap kimia. Setiap strip harus diamati sebelum digunakan untuk memastikan bahwa tidak ada perubahan warna.        
Alat :
Bahan :
Reagen :
ü  Tabung reaksi
ü  Sampel uri segar
ü  Reagen strip
ü  Rak tabung reaksi


ü  Tisue



·         Cara Kerja                    :
1.    Alat dan bahan disiapkan.
2.    Urin dimasukkan ke dalam tabung reaksi sampai volumenya ¾ penuh
3.    Reagen strip dimasukkan ke dalam tabung sampai semua parameter dapat masuk selama 5-10 detik lalu diangkat.
4.    Dilakukan pengamatan dengan cara mencocokan hasil dengan parameter yang ada di wadah.
5.     Ditulis hasilnya.

Pemeriksaan Calcium dan Pemeriksaan Kadar Chlorida


Pemeriksaan Calcium dan Pemeriksaan Kadar Chlorida

·         Tujuan    :  Untuk mengetahui atau memantau fungsi ginjal dan untuk mendiagnosa batu ginjal.
·         Metode  : 
a.    Metode Sulkowitch
b.    Metode Fantus
·         Prinsip    : 
·         Metode Sulkowitch
Reagen Sulkowitch mengendapkan calcium dalam bentuk calcium oxalat tanpa calcium fosfat oleh ph reagen.
·         Metode Fantus
                      menggunakan perak nitrat dengan ion kromat sebagai indikator. Ion chlorida berikatan dengan perak nitrat membentuk kompleks perak chlorida warna putih, kelebihan nitrat dengan indikator kromat terbentuk ikatan perak kromat berwarna merah coklat.

·         Dasar teori       :          
Kalsium adalah mineral yang amat penting bagi manusia, antara lain bagi metabolisme tubuh, penghubung antar syaraf, kerja jantung dan pergerakan otot. Setelah umur 20 tahun, tubh manusia akan mulai mengalami kekurangan kalsium sebanyak 1% pertahun. Gejala awal kekurangan kalsium adalah seperti lesu, banyak keringat, gelisah, sesak nafas, menurunnya daya tahan tubuh, sembelit, insomnia, dan kram. Kadar kalsium urin dapat mencerminkan asupan diet kalsium. Kadar kalsium serum dan efek keseluruhan penyakit. Hiperkalsiuria atau peningkatan kalsium dalam urin biasanya menyertai kadar pemeriksaan kalsium dalam serum. Pada pria dewasa kebutuhan kalsium sangat rendah, sekitar 300 – 400mg setiap hari. Sebaliknya pada wanita pascamenopause kalsium yang dibutuhkan tinggi, berkisara antara 1200 – 1500 mg setiap hari. Hal ini dapat disebabkan oleh menurunnya absorpsi kalsium secara bertahap akibat usia lanjut. Menurunnya absorpsi kalsium mengakibatkan kalsium dari aliran darah larut dalam urin dan dapat mempengaruhi berat jenis urin